Ramanda dan ibunda
tercinta, ananda tulis surat ini dengan kerinduan mendalam terhadap ramanda dan
ibunda tercinta. Beserta surat ini pula, ananda kirimkan do’a supaya ramanda
dan ibunda tercinta selalu terjaga dalam keadaan sehat wal afiyat.
Ramanda dan ibunda
tercinta, di tanah seberang ini ananda telah melewati sekian purnama dan musim.
Namun sampai detik ini, kasih sayang ramanda dan ibunda tercinta tak bisa
sedikitpun luntur dari hati ananda. wajah ramanda dan ibunda tercinta
senantiasa menampak dalam ananda menjalani hidup disini. Ramanda dan ibunda
tercinta seolah menjadi pagar yang melindungi ananda dari angkara dan sekian
pantangan yang harus ananda tinggalkan.
Ananda benar-benar
tak bisa lupa dengan semua yang telah banyak ananda peroleh dari ramanda dan
ibunda tercinta ditanah kelahiran sebagai bekal ananda untuk hidup disini.
Bahkan sampai saat ini, jika gerimis atau hujan tengah mendaulat maka ampo
yang ananda cium adalah harum khas tanah kelahiran ananda. Kemudian akan muncul
dengan teratur gambaran tanah kelahiran ananda, wajah ramanda dan ibunda
tercinta. Semua itu akan mengingatkan bahwa ananda sekarang telah berada jauh
dari tanah kelahiran, jauh dari ramanda dan ibunda tercinta. Dengan begitu
ananda akan senantiasa menatap hidup yang ananda jalani dengan pertimbangan
matang. Sungguh ananda tak ingin menjadi anak durhaka dengan mengecewakan
ramanda dan ibunda tercinta.
Hatur beribu maaf
ananda sampaikan kepada ramanda dan ibunda tercinta. Jika sampai saat ini
ananda belum bisa persembahkan setetes keringat untuk merekahkan senyum ramanda
dan ibunda tercinta. Ini adalah jalan yang ananda pilih, semoga ramanda dan
ibunda tecinta mengerti. Ananda mohon ridlo ramanda dan ibunda tercinta untuk
menjalani takdir ananda, mengembara dijalan yang telah ananda pilih.
Malang, 2012
Hasan Bendrat
Hasan Bendrat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar